
Sumber Gambar: BPS Banten
Perekonomian daerah sangat menarik untuk diperhatikan karena perekonomian daerah menjadi salah satu elemen untuk menghitung total perekonomian pada suatu Negara. Banten menjadi salah satu daerah yang ekonomi nya tumbuh dengan baik, bahkan melampaui capaian nasional.
Ekonomi Provinsi Banten pada triwulan pertama 2026 tumbuh 5,64 persen secara tahunan (year-on-year) atau melampaui capaian nasional sebesar 5,61 persen. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, kondisi ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk bekerja serta menurunnya tingkat pengangguran pada Februari 2026.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, Yusniar Juliana di Kantor BPS Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (5/5/2026). BPS Banten mencatat, selain tumbuh secara tahunan, ekonomi Banten juga mengalami ekspansi 1,01 persen secara triwulanan (q-to-q) dibandingkan triwulan empat pada 2025.
Secara tahunan, ekonomi Banten tahun 2025 tumbuh sebesar 5,37% (yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 sebesar 4,79% (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Nasional dan Jawa yang masing-masing tumbuh sebesar 5,11% (yoy) dan 5,30% (yoy). Kinerja ini dicapai seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan peningkatan capaian realisasi penanaman modal yang turut mendorong pertumbuhan pada sektor konstruksi.
Melihat dinamika perekonomian sampai sejauh ini, ekonomi Provinsi Banten tahun 2026 diprakirakan tumbuh positif, lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 ditopang oleh penguatan kinerja pada aspek Investasi, Konsumsi Rumah Tangga (RT), Net Ekspor dan Konsumsi Pemerintah. Hal ini sejalan dengan peningkatan konsumsi pemerintah sejalan dengan berbagai stimulus yang diberikan pemerintah. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tahun 2026 ditopang oleh kinerja impresif dari lapangan usaha utama di antaranya Industri Pengolahan, Konstruksi, Real Estate, Perdagangan, dan Transportasi sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan dukungan kondisi yang relatif kondusif. Pada tahun 2026 pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten diperkirakan tetap kuat pada kisaran 5,1% – 5,9% secara tahunan.
Dari sisi pergerakan harga, inflasi diprakirakan berada pada rentang target inflasi nasional tahun 2025 sebesar 2,5%±1,0% (yoy). Kondisi ini dipengaruhi melandainya tekanan harga pada Kelompok Pakaian dan Alas Kaki, Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran dan Kelompok Transportasi. Hal ini tidak terlepas dari upaya Pemerintah Pusat dan Daerah melalui sinergi program dalam TPID.
Pengangguran Kota Banten 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat sebanyak 411 ribu penduduk masih berstatus pengangguran hingga Februari 2026. Angka tersebut setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,59 persen dari total angkatan kerja yang mencapai 6,24 juta orang. Meski mengalami penurunan dibandingkan November 2025 yang mencapai 430 ribu orang, kondisi ketenagakerjaan di Banten dinilai belum sepenuhnya membaik.
Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa perubahan jumlah angkatan kerja menjadi faktor utama yang memengaruhi turunnya angka pengangguran. Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk bekerja memang terjadi secara persentase, namun dinamika masuk dan keluarnya angkatan kerja turut berpengaruh terhadap statistik pengangguran. Pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja tercatat 6,24 juta orang dari total 9,59 juta penduduk usia kerja. Angka ini menurun dibandingkan November 2025 yang mencapai 6,48 juta orang.
Yusniar menegaskan, penurunan angka pengangguran bukan sepenuhnya disebabkan oleh meningkatnya penyerapan tenaga kerja. Ia menilai pasar kerja di Banten masih belum cukup kuat dalam menyediakan lapangan pekerjaan secara konsisten bagi masyarakat. Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami penurunan dari 67,75 persen pada November 2025 menjadi 65,01 persen pada Februari 2026.
Dari sisi kualitas pekerjaan, proporsi tenaga kerja formal turut mengalami penurunan. Pada Februari 2026, pekerja formal tercatat sebesar 52,19 persen, sedikit turun dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka 52,72 persen.
Adapun sektor perdagangan, industri pengolahan, serta pertanian masih menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja di Provinsi Banten. Namun demikian, struktur pendidikan tenaga kerja masih didominasi lulusan berpendidikan rendah. BPS mencatat pekerja lulusan SD ke bawah mencapai 2,08 juta orang atau sekitar 35,74 persen dari total pekerja, meningkat dibandingkan November 2025 yang sebesar 30,79 persen.
Sebaliknya, penyerapan tenaga kerja lulusan SMK justru mengalami penurunan, dari 856 ribu orang menjadi sekitar 719 ribu orang. Tren penurunan juga terjadi pada lulusan SMA dan SMP. Jumlah pekerja lulusan Diploma III turun dari 106 ribu menjadi 85 ribu orang, sementara tenaga kerja berpendidikan tinggi (Diploma IV hingga S3) hanya sekitar 10,51 persen dari total pekerja.
Menurut Yusniar, dominasi tenaga kerja berpendidikan dasar menjadi tantangan besar dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja di Banten. Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan kerja menjadi kunci penting untuk memperkuat pasar tenaga kerja di masa mendatang.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten 2026
Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten pada triwulan I 2026 tercatat Rp247,20 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp144,96 triliun atas dasar harga konstan (ADHK) 2010. Struktur ekonomi Banten masih didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi 30,02%. Disusul sektor perdagangan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan. Keempat sektor tersebut menyumbang lebih dari 70% terhadap perekonomian daerah.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88% yoy. Lonjakan ini didorong oleh musim panen dan peningkatan produksi. Selain itu, sektor yang berkaitan dengan mobilitas masyarakat juga tumbuh signifikan. Penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 15,29%, sementara transportasi dan pergudangan naik 13,84%. Sektor jasa pendidikan juga tumbuh 5,58%. Secara triwulanan, sektor pertanian mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 27,53%. Diikuti akomodasi dan makan minum 8,95%, jasa keuangan 5,48%, serta transportasi dan pergudangan 4,27%.
Kondisi ini menunjukkan faktor musiman seperti panen, peningkatan konsumsi, aktivitas pariwisata, serta distribusi logistik menjadi pendorong utama ekonomi di awal tahun. Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Banten pada Februari 2026 tercatat 6,59%, turun 0,05 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah penduduk bekerja mencapai 5,83 juta orang atau naik 26,02 ribu orang dibandingkan Februari 2025. Sementara itu, jumlah pengangguran turun menjadi sekitar 411 ribu orang.
Penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi di sektor pertanian dengan tambahan sekitar 99 ribu orang. Hal ini menunjukkan sektor tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja. Di sisi lain, sektor perdagangan dan industri masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Banten. Meski demikian, kualitas pekerjaan masih menjadi perhatian. Proporsi pekerja formal pada Februari 2026 tercatat 52,19%, turun sekitar 1,18 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menandakan sebagian tenaga kerja masih berada di sektor informal.
Namun, indikator jam kerja menunjukkan perbaikan. Sebanyak 78,40% pekerja merupakan pekerja penuh waktu, meningkat dibandingkan tahun lalu. Sementara pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran mengalami penurunan. Yusniar menegaskan pertumbuhan ekonomi mulai berdampak pada pasar tenaga kerja. Menurutnya, kinerja sektor pertanian, meningkatnya aktivitas jasa, serta stabilnya sektor perdagangan dan industri menjadi faktor utama peningkatan serapan tenaga kerja.
Sumber/Referensi:
- Laporan Perekonomian Provinsi Banten Februari 2026 ( 3 Maret 2026 ) https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/lpp/Pages/Laporan-Perekonomian-Provinsi-Banten-Februari-2026.aspx
- 411 Ribu Warga Banten Masih Menganggur Awal 2026, BPS Soroti Lemahnya Daya Serap Tenaga Kerja ( 5 Mei 2026 ) https://faktabanten.co.id/daerah/411-ribu-warga-banten-masih-menganggur-awal-2026-bps-soroti-lemahnya-daya-serap-tenaga-kerja/
- Ekonomi Banten Triwulan 1 2026 Tumbuh 5,54% ( 8 Mei 2026 ) https://infopublik.id/kategori/nusantara/969022/ekonomi-banten-triwulan-i-2026-tumbuh-5-64-persen
- Triwulan I 2026, Ekonomi Banten Tumbuh 5,64%, Serapan Tenaga Kerja Naik ( 5 Mei 2026 ) https://kabarindoraya.com/post/triwulan-i-2026-ekonomi-banten-tumbuh-564-serapan-tenaga-kerja-naik
- Produk Domestik Regional Bruto Banten ( 2019 – 2023 ) https://web-api.bps.go.id/download.php?f=wv/Kc8HjdlXS5i8962NS6HNaMnlWVC9udnl6SHltRDREaGppUjd0cFJiMUI1NDhBbEdHT09Lb20vaDZlc3R1ZkVWajZVYSszOHZJNjJaSGpmWFZLM0llTG5rTkZ5Tk9SdVAyM2Nob2R3cWdpRnNjd1Q1NDZLYlZVVnFjZ21iTnltMkZkQXNNK1NGQzZMbUZPWFZoWjdwRXhHUkdvYTVMT3FOMUx5TGFnYUx1RmNkbDlFMTR3djcwMnA2V3BLeisySURrRkFYeDVXL0ZoTzRES1pDUWZIYWc2RnNzVW5Mc000ODZPcWRmbFRkMDU3VHI2RUFhOVZuOE93QVQwWEROa0VpN2RXbnBUQlltNkNqTmU0RXlzVDBKRDl5Vi9zKzBOc3VQU1l3SzhqOEtwM3lKUzhvakY4RFMvVkFYVkpTc1VxLzI5RDFyRnBLSGxabWNaUjdYSzRNYW51SWdRVFUza2UwandBQT09
