
Jakarta, 4 Juli 2026 — Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi ekonomi syariah sejak dini, Divisi Community Development and Empowerment (CDE) KSEI LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menggelar program LiSEnSi Edukator Menabung (LEM). Kegiatan yang mengusung tema “Menabung Hari Ini, Bahagia di Masa Nanti” ini berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026 di RPTRA Anggrek, Lebak Bulus, dengan tujuan menanamkan kebiasaan menabung secara bijak sedari dini demi masa depan yang lebih cerah.
Sejak pagi, suasana RPTRA sudah tampak hangat. Panitia dengan sigap memanfaatkan waktu 30 menit sebelum acara untuk memastikan seluruh persiapan dan perlengkapan siap digunakan. Begitu registrasi dibuka, keceriaan mulai terasa saat anak-anak sebagai peserta mulai berdatangan.
Tepat pukul 10.00 WIB, acara resmi dibuka oleh duo Master of Ceremony (MC), Yulia Anggraini dan Hafijzah Maulidina Rizka, yang langsung menghidupkan suasana lewat sapaan interaktif penuh semangat. Setelah pembukaan, kebersamaan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Fairuz Repi Ahmad, untuk memohon kelancaran dan keberkahan sepanjang acara pada kegiatan tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan hangat dari Ketua Pelaksana LEM Bunga Ekasuci, disusul oleh Ketua Umum KSEI LiSEnSi Johan Luthfi Maulana, dan ditutup oleh Ibu Siti Masitoh selaku perwakilan pengurus RPTRA Anggrek. Sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih atas ruang kolaborasi ini, panitia turut menyerahkan cinderamata kepada pihak RPTRA.
Memasuki sesi inti, suasana menjadi sangat hidup lewat metode edukasi yang unik. Melalui media dongeng “Wayang Kiko dan Cici”, materi mengenai pentingnya menabung serta cara membedakan antara kebutuhan dan keinginan disampaikan dengan sangat memikat. Selama 20 menit, anak-anak tampak terhipnotis oleh cerita yang dibawakan secara apik oleh Eka Najmia Alferni dan M. Faqih Nurul Ilm selaku pengisi suara, serta Bunga Ekasuci yang bertindak sebagai dalang. Interaksi berjalan dua arah, karena anak-anak tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif menjawab kuis dengan penuh semangat dan benar.

Keseruan berlanjut pada sesi simulasi di “Pasar Kiko dan Cici”. Di sini, anak-anak diajak langsung mempraktikkan teori yang baru saja mereka dapatkan. Peserta dibagi ke dalam 5 kelompok, di mana setiap kelompoknya terdiri dari 7 anak dan didampingi oleh seorang mentor.
Secara berkala, mentor memberikan modal uang mainan kepada kelompok untuk dibelanjakan. Tugas anak-anak adalah berdiskusi dan memilih mana barang yang benar-benar mereka butuhkan di pasar buatan tersebut. Kelompok yang paling bijak berbelanja dan berhasil menyisakan uang paling banyak di akhir sesi keluar sebagai pemenang, lengkap dengan hadiah menarik dari panitia sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan mereka.
Menjelang akhir acara, kebersamaan ini ditutup khidmat dengan doa bersama yang dipimpin oleh Diko Thoriq Ibadurrahman. Setelah Master of Ceremony resmi menutup rangkaian acara, keceriaan anak-anak semakin lengkap saat panitia membagikan bingkisan kepada seluruh peserta. Kegiatan pun diakhiri dengan sesi dokumentasi dan pembuatan konten bersama, mengabadikan momen penuh tawa antara panitia dan peserta sebagai kenang-kenangan manis dari program LEM tahun ini.
