Press Release : Research With RnD (REWIND 2)

Pada Rabu, 10 Juni 2026, Divisi Research and Development (RnD) LSO KSEI LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan REWIND II (Research with RnD) di Ruang Smart Class Lantai 5 FEB Baru UIN Jakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Langkah Awal Menulis Artikel Ilmiah: Dari Ide Penelitian hingga Publikasi Jurnal” dengan menghadirkan Dr. Jaharuddin, S.E., M.E. sebagai pemateri.

Kegiatan dibuka oleh MC yang menyampaikan pentingnya budaya menulis dan publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa. Publikasi ilmiah tidak hanya menjadi sarana penyebaran ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi salah satu indikator kualitas akademik. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mulai membiasakan diri melakukan penelitian sederhana dan menuliskannya dalam bentuk artikel ilmiah sesuai standar jurnal.

Pada sesi materi, pemateri menjelaskan bahwa penulisan artikel ilmiah dimulai dari kemampuan menemukan masalah penelitian yang relevan dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Menurut beliau, banyak mahasiswa mengalami kesulitan menulis karena belum terbiasa mengubah fenomena di sekitar menjadi pertanyaan penelitian yang jelas. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu memperbanyak membaca literatur dan mengamati berbagai permasalahan yang ada di lingkungan sekitar.

Pemateri kemudian menjelaskan tahapan penyusunan artikel ilmiah, mulai dari menentukan topik, menyusun latar belakang, merumuskan masalah, melakukan tinjauan literatur, menyusun metode penelitian, menganalisis data, hingga menarik kesimpulan. Setiap bagian memiliki fungsi yang berbeda dan harus disusun secara sistematis agar artikel mudah dipahami. Beliau juga menekankan pentingnya menggunakan referensi yang kredibel dan artikel ilmiah terbaru sebagai dasar argumentasi penelitian.

Dalam pemaparannya, pemateri menegaskan bahwa publikasi jurnal tidak perlu ditakuti oleh mahasiswa. Banyak jurnal yang membuka kesempatan bagi penulis pemula selama artikel yang dibuat sesuai dengan kaidah akademik dan memiliki kontribusi yang jelas. Beliau juga membagikan pengalaman dalam mengelola jurnal ilmiah serta beberapa kesalahan yang sering dilakukan penulis pemula, seperti ketidaksesuaian antara tujuan dan hasil penelitian, penggunaan referensi yang kurang relevan, serta analisis yang kurang mendalam.

Selain membahas teknik penulisan, pemateri juga mengajak peserta untuk membangun kebiasaan menulis secara konsisten. Menurut beliau, kemampuan menulis ilmiah tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui latihan yang terus-menerus. Semakin sering seseorang membaca, menulis, dan menerima masukan, maka kualitas tulisannya akan semakin baik.

Sesi tanya jawab berlangsung dengan aktif. Pertanyaan pertama membahas penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan artikel ilmiah. Pemateri menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mencari inspirasi, menyusun kerangka tulisan, membantu parafrase, dan memperbaiki tata bahasa. Namun, AI tidak boleh dijadikan sumber utama dalam penyusunan isi artikel. Penulis tetap harus bertanggung jawab atas isi tulisannya, memverifikasi informasi yang digunakan, serta memastikan bahwa analisis dan argumentasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Pertanyaan kedua membahas tantangan yang sering dihadapi mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah. Menurut pemateri, hambatan yang paling umum adalah rasa takut memulai, kurang percaya diri terhadap kualitas tulisan, dan keterbatasan referensi. Untuk mengatasinya, mahasiswa disarankan memilih topik yang sesuai dengan minat dan pengalaman mereka, memperbanyak membaca artikel ilmiah yang relevan, serta membiasakan diri menulis secara rutin. Selain itu, diskusi dengan dosen, mentor, dan rekan sejawat juga penting untuk memperoleh masukan yang dapat meningkatkan kualitas tulisan.

Sebagai penutup, pemateri menyampaikan bahwa menulis artikel ilmiah tidak hanya bertujuan memenuhi tugas akademik, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui publikasi ilmiah, mahasiswa dapat menyampaikan gagasan, hasil penelitian, dan solusi atas berbagai permasalahan di masyarakat. Beliau mengajak seluruh peserta untuk membangun budaya membaca, meneliti, dan menulis sejak dini agar menjadi generasi akademisi yang produktif dan berdaya saing.

Kegiatan REWIND II kemudian ditutup dengan sesi refleksi dan dokumentasi bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang proses penulisan artikel ilmiah, mulai dari pencarian ide hingga publikasi jurnal. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk aktif berkarya dan menghasilkan tulisan ilmiah yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *